Mengambil Value dari Si Bule
Hari kedua di Sunshine Coast…
Dalam perjalanan kembali dari kantor CVC di Killick Street, Kunda Park, Queensland, saya mencoba menggali ilmu dari Joe Handoko, senior broadcaster yang bergabung dengan CVC sejak 2002. Sudah lebih dari 13 tahun Joe tinggal di Aussie, sejak kali pertama datang untuk belajar ilmu marketingI di Perth usai lulus SMA di Pontianak pada 1993 lalu.
Sambil memegang kemudi mobil sedan Honda Odysseynya, Joe berpandangan, örang Australia punya kelebihan dengan sifatnya yang terang-terangan. “Apa yang diucapkan, ya itulah yang ada di hatinya. Bukan seperti kebanyakan orang timur yang kebanyakan masih suka sungkan-sungkan untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya yang menjadi maksudnya.”
Selain punya kelebihan, ada satu sifat orang Australia yang berpotensi menjadi kelemahan. Mereka rata-rata dikenal kurang care terhadap keluarganya, utamanya pada orangtua. Tak heran masih kerap ditemukan orang tua seumuran 60 – 70 tahun menyetir mobil atau bekerja keras sendirian. Kalau benar-benar dianggap ringkih, mereka akan dimasukkan sang anak ke Panti Jompo.
Sikap “menelantarkan” orang tua itu ternyata bukannya tanpa ada alasan. Di Oz, orang tua cenderung mendepak anaknya untuk menjadi mandiri maksimal pada usia 18 tahun. Bagaimanapun caranya, bila si anak sudah memasuki umur 18 tahun, sebisa mungkin ia harus angkat kaki dari rumah. Wah kejam, sekaligus mendidik. Jadi, jangan bayangkan seorang anak akan terus berada dalam zona kenyamanan seumur hidupnya. Beda dengan sebuah negara, yang sampai menikahpun tetap “menghalalkan” berkumpulnya orang tua dan keluarga baru sang anak itu. Mangan ora mangan sing penting kumpul. Di negara mana itu? Hmmmmm…..
Mereka juga penuh disiplin dan memiliki tingkat kesadaran tinggi. Bayangkan, sebuah mobil tiba-tiba berhenti dengan jarak sekitar 2 meter dari bibir zebra cross, begitu mengetahui beberapa orang akan menyeberang jalan di depannya. Benar-benar kehormatan tinggi bagi pejalan kaki!
December 31st, 2006 at 6:57 am
Emang orang barat cenderung lebih disiplin dari pada orang timur, aku pun banyak menemui itu dalam banyak hal. Mungkin bung Jojo bisa lebih banyak mengeksplor peradaban orang-orang Aussie, so kalo aku nanti punya kesempatan yang sama jadi nggak kaget. Aku tunggu seri selanjutnya nih…
January 2nd, 2007 at 5:16 pm
setiap mata uang pasti ada dua muka kak jojo….
segala sesuatunya adalah biner
mangan ra mangan asal kumpul ada baiknya tapi juga ada jeleknya…
semoga satirnya karena sayang dengan budaya negeri ini yang semakin amburadul
January 19th, 2007 at 3:02 am
kok..gak dapet oleh2 nayaka????