Menanti Desember 2007
Beberapa bulan lalu, Celi agak bertingkah aneh. Tiba-tiba saja, dia menangis karena tidak diajak teman-teman kantornya makan siang. Bukan itu saja, dia juga menangis kala mau saya tinggal pergi malam hari ke Kantor Ajijak Pancoran. Biasanya tidak begitu ….
Pikirku, mungkin dia masih sedikit perlu adaptasi sehabis USG di RSAB. Harapan Kita. Maklum, Celi masih kontrol setelah operasi myom bulan Oktober 2005 lalu. Pemeriksaan 3 Maret lalu agak sakit karena memakai USG Transvaginal, yang konon sangat ditakuti Celi. Walaupun dimarahin dokter, aku menyusup masuk ke ruang USG untuk menemaninya. Alhasil, aku bisa melihat dengan jelas raut muka dua dokter perempuan itu sewaktu mereka memperhatikan layar monitor USG.
Beberapa saat, dokter Karmini - dokter yang sudah menangani Celi sejak Okt 2005 - mengatakan ada masalah pada sel telur. Dan, Celi disarankan untuk meminum obat Profertil pada hari ketiga mens bulan Maret. Kami menghitung jadwalnya jatuh pada 26 Maret 2007. Hemm, obat apa lagi ini … kami pun giat mencari tahu perihal obat itu plus harganya. Lumayan juga. Resep masih disimpan menunggu jadwal minum yang tepat.
Ketika waktu minum obat akan tiba, Celi masih belum dapat "tamunya". Mungkin mundur, pikirku. Kebetulan, ada seorang teman yang memberi tes pack. Iseng lah, kami coba. Hasilnya ? Negatif !
Ditunggu lagi … tapi belum juga muncul tamunya. Karena desakan saudara, akhirnya, dites lagi. Eureka … ! hasilnya positif.
Dua hari setelah tes tepatnya 4 April, kami kembali ke RSAB. Harapan Kita. " Kok formulirnya ini Mbak. Ini khan form MR untuk ibu hamil," kira-kira begitu kata dokter Karmini begitu kami masuk ruangannya. Dia pun heran. Hehehehe … dokter juga manusia.
Setelah kami menjelaskan, Celi langsung diperiksa lagi. Sewaktu USG, tidak ada kantung kehamilan pada rahim istriku. Kemudian diulang lagi dengan USG Transvaginal. " Lagi ? ", kata Celi. Selama 20 menit diperiksa dokter belum menemukan adanya janin. Kami beristirahat dulu, sambil minum dan ngemil di selasar.
Celi mengajak berdoa sebentar di pojokan ruang tunggu apotek. Sudah hampir 3 jam diperiksa gak ada hasil. Pas kebelet pipis, Celi masuk lagi ke ruang USG. Ternyata ditemukan, ada dua kantung kehamilan di rahim. Sedangkan janin berada di kantung kehamilan sebelah kanan. " Normal gak Dok ?", teriak Celi. Dokter menjelaskan bahwa kondisi ini merupakan variasi, jarang yang punya. Duh ..duh ..duh …
Sekarang, kami berusaha menjaga kehamilan pertama Celi. Sampai awal Desember 2007, waktunya melahirkan. Hemm, akhirnya keinginan mempunyai anak pas sewaktu Natal 2007 hampir tercapai. Semoga sehat ya Nak ………
May 19th, 2007 at 12:17 pm
Selamat ya bang…,tapi sedih juga ngebayanginnya.Semoga kandungan mbak Celi sehat, dan segera menimang sang Junior. Amiin.
July 30th, 2007 at 8:58 pm
Aduh ngeri gue Jo…, semoga baik-baik saja. Banyak berdoa… selalu ada keajaiban…belive it..